Pembuktian Keberadaan Allah (Teks Kanonik)

Aku memulai tulisan ini dengan definisi Allah. Allah adalah Keberadaan yang Harus, Kekal, Diam, Sederhana, dan Tak Terbatas. Hipotesis dari tulisan ini adalah Allah ada. Arti dari istilah-istilah yang ada dalam tulisan ini akan dijabarkan. Harus artinya harus atau wajib ada, yaitu dalam kondisi apapun hal yang dinamakan harus atau wajib itu tetap ada. Kekal artinya tidak berawal atau berakhir. Diam artinya tidak berubah. Sederhana artinya tidak tersusun oleh banyak bagian yang berbeda tapi hanya oleh satu bagian yang sama seluruhnya. Tidak terbatas artinya tidak berkekurangan apapun juga.

Sekarang kita dapat memulai proses pembuktian hipotesis. Apakah keberadaan ada? Faktanya kita ada, maka setidaknya keberadaan itu sungguh ada. Apakah keberadaan bersifat harus? Jika segala hal ditiadakan, maka ada 2 kemungkinan, ketiadaan itu sendiri ditiadakan sehingga timbul keberadaaan, atau ketiadaan tetap ada sehingga tetaplah ada keberadaan. Dalam segala kondisi telah terbukti bahwa keberadaaan haruslah ada. Apakah keberadaan bersifat kekal? Secara logis, suatu keberadaan yang harus juga tidak mungkin memiliki awal atau akhir. Maka keberadaan haruslah kekal pula.

Apakah keberadaan diam? Keberadaan yang berubah-ubah artinya dapat berawal dan berakhir. Jadi secara wajib, keberadaan terbukti harus diam. Apakah keberadaan sederhana? Kalau keberadaan terdiri dari berbagai macam bagian yang berbeda, maka keberadaan dapat terpisah dan artinya berakhir. Kalaupun dalam keberadaan ada bagian-bagian yang berbeda, semua bagian itu haruslah merupakan satu kesatuan yang tak terpisah sehingga pada kenyataannya tidak ada bagian ini dan itu, tapi hanya ada keberadaan yang tunggal. Karena itu terbuktilah bahwa keberadaan haruslah sederhana.

Apakah keberadaan tidak terbatas? Keberadaan bersifat sederhana, jika keberadaan terbatas maka ada unsur ketidakberadaan atau ketiadaaan di dalam keberadaan. Hal ini tidaklah mungkin dan bersifat absurd. Maka keberadaan haruslah bersifat tidak terbatas karena sifat kesederhanaan yang dimiliki oleh keberadaan. Maka keberadaan haruslah bersifat ada, harus, kekal, diam, sederhana, dan tak terbatas. Ini sesuai dengan definisi Allah. Karena itu hipotesis bahwa Allah ada, ialah benar. Maka, Allah ada.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas