Sia-sia
Dalam nama Yesus yang Mahakudus dan Maharahim. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin. Tahun lalu aku pernah menulis suatu tulisan yang mirip dengan tulisan ini, temanya satu yaitu kesia-siaan. Aku memiliki banyak pengalaman rohani. Namun, pengalaman rohani yang tidak berbuah, adalah kesia-siaan. Sekarang aku begitu tergoda untuk mengutuk pengalaman-pengalaman itu sehingga mereka sungguh menjadi sia-sia. Namun, kali ini aku ditegur Allah lagi. Apa yang Dia katakan dalam ketersembunyian?
“Mengapa segala
sesuatu harus terjadi pada waktumu? Mengapa kamu tidak percaya pada
penyelenggaraan-Ku?”
Itu adalah terjemahan
bebas. Intinya Allah menegur aku supaya aku lebih bersabar dan percaya
kepada-Nya. Aku sungguh bersyukur atas segala pengalaman rohani yang Allah
berikan kepadaku, dan ternyata saat aku menulis, perkataanku memiliki kuasa
yang nyata dan menginspirasi banyak orang yang membaca tulisanku. Maka niatan
awalku untuk berkeluh kesah tentang kesia-siaan pengalaman rohani itu dipatahkan
oleh Allah. Bahwa barangkali memang aku belum waktunya untuk berbuah. Atau aku
sudah berbuah, tapi aku mencari suatu buah yang lain dari apa yang sudah ada.
Mungkin pelajaran yang
lebih penting bagiku dan bagi kita semua dari pada stres dan membebani diri
dengan standar-standar yang melampaui diri kita adalah berdamai dengan diri
kita sendiri. Aku seringkali menghakimi diri sendiri bahwa aku adalah pribadi
yang sia-sia dan tidak berguna, dan tidak memiliki buah apapun. Padahal, aku
sudah banyak mendengar bahwa buah-buahku berlimpah, aku saja yang buta dan lupa.
Memang aku dan kita harus selalu berjuang untuk menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Namun, alangkah baiknya bahwa kita juga mengingat kebaikan yang
sudah kita miliki, dan mensyukurinya. Justru dengan modal kebaikan dan buah
yang sudah ada pada kita, kita dapat lebih mampu maju menuju kebaikan yang
lebih tinggi. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan,
sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin.
Comments
Post a Comment