Pendahuluan kepada Filsafat
Dalam sejarah hidupku, selalu ada satu ilmu yang menarik perhatianku dengan begitu kuat, dan ilmu itu bukan teologi. Teologi memang menarik dan bahkan penting untuk keselamatan jiwa manusia, tapi teologi terlalu keras bagiku, sehingga tidak ada ruang untuk bergerak. Teologi harus berdasar pada ajaran Gereja yang adalah ajaran Allah sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium. Salah sedikit dan kita akan menjadi bidat. Namun, ada ilmu lain yang dekat dengan teologi tapi tidak sekeras teologi sehingga masih ada ruang bergerak, yaitu filsafat.
Bagiku, filsafat
adalah kembaran teologi, tapi di mana teologi sepenuhnya diakarkan pada ajaran
Allah yang eksplisit dan langsung, filsafat didasarkan pada pikiran belaka
Filsafat juga pastinya
berbeda dengan segala ilmu lain di luar teologi dan dirinya sendiri
Kalau kita memahami
filsafat, maka filsafat sendiri akan bersaksi, bahwa dirinya lebih rendah dari
teologi dan adalah hamba teologi. Jadi, kenapa aku berkecimpung di filsafat dan
bukan di teologi? Karena relasi antara filsafat dan teologi serupa dengan
relasi Santo Yohanes Pembaptis dan Kristus. Santo Yohanes mempersiapkan jalan
bagi Kristus sebagaimana filsafat mempersiapkan jalan bagi teologi. Karena itu,
jika dilaksanakan dengan benar filsafat dapat membentuk manusia sedemikian rupa
sehingga menjadi jauh lebih mudah untuk menerima teologi.
Tulisan ini menjadi pendahuluan
menuju tulisan-tulisan filsafat yang hendak kubagikan kepada khalayak umum. Dalam
tulisan ini saya hendak menjelaskan 2 aspek yang akan menjadi ciri khas dari
tulisan-tulisan saya. Pertama, saya telah menerima bahwa saya hanya dapat
menciptakan tulisan atas dasar kebaikan tulisan itu sendiri, dan bukan kebaikan
gagasan atau kepraktisan gagasan yang akan disampaikan. Artinya, saya tidak
menyampaikan gagasan apapun yang sama sekali baru, itu bukan peran saya. Saya
juga tidak menyampaikan suatu gagasan yang dapat diwujudnyatakan dalam hidup
sehari-hari, karena saya tidak ahli dalam hal tersebut. Artinya, saya menulis
hanya untuk menciptakan tulisan yang dapat dinikmati oleh orang banyak atas
dasar kualitas tulisan itu sendiri. Jika gagasan yang terkandung dalam tulisan
saya akhirnya berguna, maka syukur kepada Allah, tapi jika tidak, maka kebaikan
tulisan saya yang mendasar cukuplah.
Aspek kedua adalah
saya akan jarang menggunakan referensi karya orang lain. Karena tulisan-tulisan
saya pada dasarnya adalah pemikiran saya sendiri. Namun, bukan berarti saya
sama sekali tidak menyadur pikiran orang lain, karena dalam pikiran saya
filsafat selalu melibatkan pemikiran pribadi dan juga pemikiran orang lain. Perbedaannya
adalah di mana fokus kita? Bagi saya, fokusnya adalah pemikiran saya sendiri. Sehingga
saya menulis untuk membagikan penalaran saya sendiri tentang berbagai masalah
filsafat. Jika saya memang menggunakan pemikiran orang lain, pastilah tidak
saya gunakan mentah-mentah tapi akan saya masak dengan pemikiran saya pula
sehingga menjadi suatu pemikiran saya sendiri.
Pada akhirnya, adapula
saya memohon bantuan Anda yang membaca karya saya ini, yaitu untuk membantu
menanggapi tulisan-tulisan saya dengan mengetik komentar di bagian komentar di
post blog saya yang saya bagikan ini. Sebab selama ini saya menulis dengan buta
tanpa tanggapan atau masukan konstruktif dari orang lain. Memang saya telah
banyak menerima tanggapan positif tentang tulisan saya, tapi kali ini saya
ingin sekali supaya saya dapat berdiskusi dengan orang-orang tentang isi
pemikiran saya. Aku tahu, bahwa ini terkesan egosentris, tapi begitulah aku
ini. Terima kasih bagi Anda yang telah menjawab saya, dan juga bagi Anda yang
telah membaca karya saya.
Bibliography
Poedjawijatna, I. R. (2005). Pembimbing ke Arah Alam Filsafat.
Jakarta: Rineka Cipta.
Comments
Post a Comment