Refleksi Ignas 1: Doktrin dan Ajaran

Dalam suatu refleksi yang lalu, aku memahami suatu ajaran Kristus yang penting, bahwa sepenting-pentingnya pengetahuan kita tentang Allah, lebih penting lagi kasih kita kepada Allah. Karena perintah Allah adalah untuk “Mengasihi Dia” dan bukan sekadar “Mengetahui Dia”. Sebab ingat, para setan mengetahui dan memahami teologi jauh lebih baik dari kita, tapi mereka tidak beriman dan tidak mengasihi Allah. Mereka justru adalah musuh Allah yang utama dan musuh semua jiwa. Jadi mengetahui Allah itu penting, tapi lebih penting lagi untuk mengenal dan mengasihi Dia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah doktrin itu penting? Apakah ajaran masih penting dalam konteks iman? Jawabannya adalah ya, sangat penting. Namun, kita agaknya harus memahami bahwa doktrin atau ajaran Allah sebagaimana diajarkan oleh Gereja tidak untuk dikejar atau dikuasai secara penuh, melainkan dicintai dan diimani alias ditaati. Di sisi lain, bukan berarti kita boleh mengabaikan doktrin dan ajaran Allah. Bukan berarti kita boleh mengabaikan teologi. Karena dasar dari segala iman kita terletak dalam ilmu yang mengerikan itu yaitu teologi. Jadi harus ada keseimbangan antara mencintai teologi dan juga tidak terlalu melekat pada teologi. Karena teologi adalah alat untuk mencapai Allah tapi bukan Allah sendiri.

Kenapa doktrin menjadi penting? Karena itu bagian dari mengasihi Allah. Dengan mengenal siapa Allah kita, kita dapat mengasihi Dia dengan lebih baik lagi. Sesungguhnya seluruh hidup kita adalah perjuangan untuk mengenal Allah dan mengasihi Allah dengan lebih baik lagi. Namun tidak semua orang dipanggil untuk memahami teologi secara eksplisit, ada yang dipanggil untuk melaksanakan teologi yang artinya melakukan perbuatan kasih dan aku pikir itu sama pentingnya dengan mempelajari teologi teoritis.

Meski begitu, ada saja pengetahuan-pengetahuan teologis yang harus kita imani dan cintai tapi penerapan paling praktisnya hanyalah dalam doa. Misalnya Doktrin Allah Tritunggal. Ok, kita dapat berdoa mengikuti iman kita kepada Allah Tritunggal, kita dapat terinspirasi dari Kasih di dalam Allah Tritunggal, kita dapat memuji dan memuliakan Allah Tritunggal, tapi secara langsung Doktrin ini sulit dipraktikkan. Berbeda dengan doktrin iman atau doktrin kasih yang memang ditujukan untuk diterapkan. Namun semua ajaran ini sama pentingnya untuk diimani dan dicintai.

Jadi apa yang dapat kita lakukan? Allah akan memanggil kita untuk mendalami Doktrin-Nya dengan baik sesuai kondisi dan kenyataan kita masing-masing. Ada yang lebih banyak mendalami Doktrin-Nya secara teoritis, dan ada yang lebih banyak mendalami Doktrin Ilahi secara praktis. Keduanya penting dan idealnya adalah hidup yang seimbang antara Doktrin teoritis dan Doktrin praktis. Maka jika memang kita menyadari bahwa Allah menarik kita untuk mendalami Ajaran-Nya yang Kudus sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik yang Kudus, hendaklah kita menaati dan mencintai-Nya. Sebab teologi dan doktrin bukan untuk kesenangan pribadi kita, tapi sepenuhnya untuk kemuliaan-Nya yang lebih besar. Damai Kristus beserta kita semua.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas