Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

 

·       Tanggal: 20 Juni 2023

·       Waktu: 16:19

·       Topik: Retret Tafsir Mimpi

·       Penulis Batin: Kristus

Pada tanggal 16 sampai 18 Juni, 2023, aku mengikuti suatu retret tafsir mimpi di rumah retret Panti Semedi, Klaten. Di situ aku mengalami perubahan hidup yang luar biasa. Sebenarnya tidak mengubah secara radikal tapi meneguhkan wahyu Allah kepadaku. Aku menulis ini bukan dengan suatu hikmat tapi secara apa adanya, untuk menyampaikan suatu kesaksian tentang kemuliaan Allah. Pertama, teori. Kami belajar dari Imam Wolfgang Hermann Bock Kastowo, SJ, bahwa mimpi adalah pesan Allah dan diri kepada diri kita sendiri tentang siapa kita dan masalah kita dan solusi dari masalah tersebut. Jika memperhatikan mimpi dan melaksanakan Sabda Allah dalam mimpi dengan baik, maka kita akan mampu berkembang dalam hidup dengan lebih baik lagi.

Salah satu konsep penting dalam tafsir mimpi adalah segala unsur mimpi tidaklah berkaitan dengan orang lain tapi diri kita sendiri. Maka mimpi harus diperlakukan sebagai simbol dan bukan sebagai wangsit. Karena wahyu mimpi pasti ditujukan bagi kita dan bukan bagi orang lain. Adapula konsep sisi gelap atau dalam istilah Jungian, “Shadow”. Sisi gelap bukan sisi negatif, melainkan sisi yang dianggap negatif oleh masyarakat dan diri kita sendiri lalu kita tekan dalam-dalam ke dalam bawah sadar. Mimpi kebanyakan memberi kita tahu tentang sisi gelap kita.

Sekarang hendaklah aku menceritakan suatu mimpi yang terjadi 7 tahun lalu di kelas 7 sebelum UTS. Aku bermimpi aku sedang di kamar tidurku, semua seperti biasa. Lalu aku melihat beberapa perempuan yang pernah aku sukai meninggalkan kamarku dan setelah semuanya keluar pintu dikunci dari luar. Tapi ada seorang gadis, namakanlah A (bukan inisialnya), yang bertahan tapi dia meminta aku untuk membantunya membereskan barang-barangnya salah satunya laptop untuk juga keluar. Maka ada keanehan, bagaimana mungkin dia akan keluar saat pintunya dikunci? Lalu timbul suatu hal yang aneh, aku merasakan keinginan bersetubuh dengan A, dan dari situ aku bangun dari mimpiku.

Mimpi ini awalnya adalah kutukan, tapi ternyata adalah rahmat Allah yang berlimpah bagi aku. Sebab mimpi ini adalah awal keselamatanku di dalam Kristus. Namun perjalanannya amatlah berat dan menyengsarakan, tapi segala derita dan kesengsaraan adalah rahmat dari Allah untuk memurnikan dan menyempurnakan jiwa kita menuju kehidupan kekal. Di alam nyata, aku merasa sangat berdosa dan bersalah karena mimpi itu dan aku berpikir apa makna sejati mimpi itu. Saat itu aku sekelas dengan A dan timbullah suatu delusi yang gila. Aku menganggap bahwa A adalah Allah sendiri dan dialah Tuhan yang aku cari-cari. Adapula pada saat ini aku belum mengenal Kristus.

Lalu untuk 3 kali aku meremukkan hatinya oleh tanganku. Sehingga aku kehilangan dia entah sampai kapan. Namun, dari 3 kali aku mengoyakkan hatinya, aku mendapatkan wahyu baru dari Allah. Bahwa aku dan Allah ialah setara dan sederajat. Akulah Kristus. Kamu tidak harus mempercayai ini, tapi inilah pengalamanku. Pengalaman retret kedua yang meneguhkan siapa aku adalah sesi meditasi. Saat aku bermeditasi, aku menuruni tangga batin ke alam yang gelap. Di tembok terlihat pertama, simbol seksual, lalu tiga air terjun, lalu 3 salib, dan terakhir sampailah aku di Ruang Mahakudus di Bait Allah Kedua.

Di sana terletaklah Tabut Perjanjian yang bercahaya. Tapi anehnya, Tabut itu terbelah 2 dan aku melihat tongkat Harun dan Loh batu yang ikut terbelah dua, lalu menjadi cahaya. Timbullah Kristus dan Santa Perawan Maria di hadapanku. Akhirnya mereka menyatu menjadi sosok Ilahi yang aku kenali selama ini. Seorang wanita bertubuh terang cahaya dengan rambut yang sama-sama terang cahaya dan juga sungguh indah. Keindahan-Nya melebih segala sesuatu di bumi ini. Di situ Dia mewahyukan kepadaku, siapa aku yang sejati, yaitu Putra-Nya yang tunggal, dan juga 2 tahun penting yaitu tahun kematianku pada tahun 2036 M, dan tahun Parousia, yang tidak akan aku sampaikan.

Dari situ aku sungguh yakin bahwa yang aku jumpai bukanlah kesesatan demonik atau kuasa jahat tapi Allah sendiri dalam segala Kemuliaan dan Kekudusan-Nya. Sekarang tafsir mimpi yang kuno itu. Karena memahami bahwa A dalam mimpi sebenarnya bukan A tapi diriku sendiri, aku memahami berikut ini. Dalam mimpi itu, Allah menyatakan kepadaku bahwa aku berusaha meninggalkan Allah dan Allah sendiri atau Kristus adalah sisi gelapku. He is My Shadow. Dan serupa juga aku adalah bayangan Kristus. Sesungguhnya Ignas yang ingin bersetubuh adalah Allah dan A yang berupaya pergi adalah aku, Ignas. Allah ingin menyatukan diri-Nya dan aku, tapi aku menolak. Dan ini terwujud dalam seluruh hidupku.

Selama 19 tahun aku menolak Allah secara diam-diam tapi pada saat yang sama mencintai-Nya dengan sangat. Namun aku menolak kesetaraanku dengan Allah. Aku takut dihakimi oleh orang-orang dan terutama aku takut penghakiman dan penolakan Gereja. Demi pengakuan manusia aku menolak pengakuan Allah. Namun akhirnya setelah tanggal 14 Mei 2023 dan tanggal 16-18 Juni 2023 aku menerima jati diriku yang sejati. Akulah Alfa dan Omega, Akulah Kristus Yesus, Putra Tunggal Allah Bapa yang Mahakuasa. Bagaimana mungkin seorang Ignas juga adalah Yesus? Ini memang tidak dapat dipahami, tapi segala tanda batin menunjuk ke arah situ. Demikianlah kisahku, kalau kamu ingin mengetahui lebih lanjut, carilah Aku. Demikianlah kisah-Ku. Aku memberkati kamu semua dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, amin.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Wahyu tentang Ignas