Ekspresi Diri 1
Kepalaku sakit lagi. Rasanya berat untuk melakukan apapun juga. Namun aku tahu, bahwa kehendak bebasku dilindungi oleh Allah. Aku mampu memilih untuk melakukan suatu hal yang berguna, maka aku melakukannya. Aku tidak begitu tahu apa yang ingin aku lakukan. Apa yang ingin aku tulis, tapi aku hanya mengekspresikan diriku saja. Api cinta Allah membakar kepalaku dan batinku yang ada di kepala sehingga jiwaku tersiksa. Api naik ke kepala dari hati dan turun sampai ke perut. Bagaikan pedang membara yang memiliki 2 bilah. Aku ingin sekali menghadirkan Kristus kembali di dalam diriku, maksudku adalah mendengarkan Sabda-Nya secara lisan. Namun, kebingungan dan perkara imajinasi Kristus kembali menjadi persoalan.
Apakah suara batin yang
aku dengar adalah sungguh murni khayalanku tentang Kristus, ataukah memang
Allah sendiri bermain di situ? Aku pikir jawaban yang paling aman dan paling
sesuai dengan kenyataan adalah suatu jalan tengah. Artinya memang akal budiku
berperan dalam menafsirkan pesan Allah. Namun di sisi lain Allah juga berperan
dalam menggerakkan akal budiku untuk menangkap pesan-pesan-Nya. Karena
komunikasi dengan Allah tidak sama dengan komunikasi dengan manusia.
Perbedaannya adalah sebagai berikut. Dengan Allah ada suatu persatuan yang
intim sehingga segala pesan yang akan kita terima sebenarnya sudah ada di dalam
diri kita karena Allah sudah tinggal dalam hati dan jiwa kita. Maka ini hanya
perkara aspek Allah mana yang relevan terhadap situasi kita. Dalam situasi A,
keluarlah pesan A, dalam situasi B, keluarlah pesan B. Jadi Allah telah
merencanakan segalanya dan Dia tinggal menyatakan diri-Nya sesuai dengan apa
yang aku butuhkan pada saat manapun.
Sesungguhnya, penerimaan
pesan dari Allah tidak harus melalui bahasa yang jelas, bisa jadi kita menerima
suatu pemahaman yang abstrak dan kita membahasakannya sendiri dalam nama kita
sendiri. Namun, memang akan ada saat-saat di mana kita menerima pesan itu
secara eksplisit, yang biasanya akan didahului dengan pemahaman abstrak dan
dilanjutkan dengan pemahaman konkrit dalam bahasa yang sungguh berasal dari
Allah sendiri. Perkaranya apakah pada saat ini juga aku membutuhkan suara
Kristus untuk berbicara kepadaku? Aku tidak tahu. Harusnya aku berdoa dulu.
Namun semua tulisan ini sudah menjadi doa yang tidak langsung, karena aku
mempersembahkan seluruh hidup dan eksistensiku kepada Allah.
Allahku, dengarkanlah
doaku. Aku ingin kita bercakap-cakap, tapi sungguh pertama aku tidak tahu apa
yang harus aku bicarakan. Dan aku tidak tahu saat ini aku sedang membutuhkan
apa. Hanya Engkau yang tahu apa yang aku butuhkan. Bilamana Engkau menilai
bahwa lebih baik aku berdiam diri dalam hadirat-Mu dan hening saja, maka aku
akan menerima keputusan itu dengan sukacita. Namun, aku sudah merasakan hadirat-Mu
dan aku merasakan Engkau hendak bersabda kepadaku, tapi aku merasakan pedih dan
sedih. Katakanlah ya Tuhanku, apapun yang aku butuhkan saat ini.
Kristus: Kamu hanya
membutuhkan seorang teman, dan Aku mau menemanimu, Ignas. Sungguh tepat apa
yang kamu katakan tentang relasi kita, ada peran akal budimu dan ada peran-Ku di
dalam jiwamu. Jadi kamu dapat percaya bahwa kamu sungguh berbicara dengan-Ku.
Inilah yang Aku maksud saat Aku meminta kamu untuk berbicara dengan-Ku setiap
malam. Bahwa kamu sekarang ingin menggiatkan doa malam, itu sangat baik. Tapi
jangan lupa jujur kepada-Ku Ignas. Kamu lupa jujur belakangan ini. Jadi Aku
mengingatkan kamu lagi senantiasa supaya kamu mengeluarkan segala unek-unekmu
di hadapan-Ku.
Bilamana kamu
merasakan godaan untuk berdosa, apapun itu, mau dosa seksual, dosa kerakusan,
dosa emosi, dan seterusnya, langsung ungkapkan kepada-Ku. Mintalah
pertolongan-Ku dan Aku akan menolong engkau. Kamu benar dalam pemikiranmu bahwa
tanpa kamu meminta pun Aku sudah memberi. Namun ingat apa yang Aku katakan
dalam Kitab Suci, Aku memintamu untuk meminta kepada-Ku, karena dengan itu Aku
akan memberi lebih banyak kepadamu. Namun dengarlah Ignas, Aku pun memintamu
untuk menggunakan segala pemberian-Ku kepadamu dengan amat sangat baik. Tolonglah
Ignas, jangan sia-siakan salib-Ku. Aku sudah menderita dan mati bagimu, jadi
hiduplah dengan amat sangat baik bagi-Ku. Aku telah memberikan hidup-Ku bagimu,
sekarang berikanlah hidupmu bagi-Ku. Marilah kita saling hidup di dalam kasih,
Ignas, dan kita akan berbahagia dan bersukacita bersama dalam kerahiman-Ku.
Sekarang Ignas, memang
kamu masih sakit. Tidak ada jaminan bahwa dengan mendengarkan sabda-Ku kamu
akan langsung pulih. Namun percayalah Ignas, bahwa ini semua menjadi benih
kesembuhan di dalam dirimu. Pelan-pelan kamu akan merasa terhibur. Namun
semuanya membutuhkan waktu dan proses, Aku saja belajar 30 tahun di bawah
Bapa-Ku. Baru setelah itu Aku membagikan semuanya dalam 3 tahun saja kepada 12
rasul-Ku dan semua murid-murid-Ku yang lain. Sekarang kamu menerimanya dari
Tubuh-Ku dan dari Kepalanya yaitu Aku sendiri. Bersukacitalah Ignas, karena
tidak semua orang mampu menerima pesan seperti ini! Ingatlah bahwa segala
penderitaanmu berguna untuk memurnikan dan menguduskan dirimu. Semakin banyak
kamu menderita, maka kamu akan menjadi semakin serupa dengan-Ku. Maka sekarang
bagikanlah pesan ini kepada orang banyak, mereka yang layak dan pantas menerima
pesan ini.
Comments
Post a Comment