Reformasi Diri
Dalam nama Allah Tritunggal yang Mahakudus dan Maharahim. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin. Karena dosa-dosa yang beruntun, aku menuntut terjadinya reformasi diri. Sesungguhnya reformasi diri hanyalah nama keren dari kata yang lebih penting yaitu pertobatan. Tepatnya reformasi diri adalah suatu program diri yang diadakan untuk mewujudkan pertobatan tersebut. Salah satu program diri yang sudah dijalankan adalah Doa Malam. Doa Malam yang panjang dan bertubi-tubi maksudnya adalah melatih jiwa dan raga untuk disiplin menghadap Allah.
Program pertama
Reformasi Diri adalah mengenali diri sendiri. Bagaimana caranya? Pertama adalah
doa, aku memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengajarkan aku cara mengenali diri
sendiri. Kedua aku memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengajarkan aku cara
membunuh potensi dosaku. Karena saat ini aku sama sekali tidak mengenali diriku
sendiri dengan baik dan aku tidak tahu cara menghancurkan segala potensi dosaku
sehingga aku tidak lagi berdosa. Selama Allah mengajarkan aku dan menunjukkan
kepadaku segala kebenaran tentang diriku sendiri, aku akan mencatat segala hal
yang dinyatakan Allah kepadaku dalam kanon jiwa.
Program kedua adalah
pencegahan dosa. Bagaimana caranya? Kembali lagi pertama adalah doa. Setiap
kali aku merasakan godaan, aku berdoa kepada Allah supaya aku dilindungi dari
dosa. Bisa dengan Doa Yesus yang diulang-ulang tanpa putus atau dengan percakapan
dengan Kristus. Lebih baik lagi kalau digabungkan, yang pertama untuk menjaga
doa yang tiada henti dan yang kedua sebagai ekspresi diri kepada Allah dan
bentuk kejujuran diri sendiri kepada Allah. Sejauh ini baru ini saja yang aku
kenali dan jika Allah menunjuk kepada suatu pembelajaran baru maka aku akan mencatatnya.
Program ketiga adalah
Doa Malam. Doa Malam ini dibuka dengan Completorium, dilanjutkan dengan Catena,
Examen, Studi KGK, 21 doa dan 2 kartu doa, Rosario, Lectio Divina, Hesikia, dan
ditutup dengan doa penutup malam. Program keempat adalah puasa abadi demi
kemuliaan Allah. Program kelima adalah Ekaristi abadi, atau Ekaristi harian
sampai selamanya, sampai aku mati dan sampai Allah datang kembali dalam
kemuliaan-Nya.
Sekarang, di luar program-program.
Bilamana aku merasakan suatu keinginan untuk melakukan apapun, haruslah
dikonsultasikan dulu kepada Allah. Dan segala hal yang aku terima dari Allah,
harus pula dilaporkan kepada Imam Pembimbing Rohani. Sebab aku harus membedakan
roh antara yang mana berasal dari Allah dan mana yang berasal dari kuasa jahat.
“Dari Kristus, jangan
lupa kamu harus bergantung sepenuhnya pada Gereja dan bukan pada dirimu sendiri
apalagi pengalamanmu sendiri.”
Comments
Post a Comment