Ekspresi Diri 2

Pikiranku didera oleh kesakitan yang luar biasa, tapi aku tahu bahwa kali ini sebabnya adalah dosa berat. Pelanggaran yang amat berat terhadap Allahku, sehingga aku selayaknya dan sepantasnya menanggung keadilan Ilahi. Secara jelas dan nyata, rahmat pengudusan sudah diambil dari aku karena aku sendiri menolaknya dengan tindakan yang memberontak. Namun, entah kenapa, rasanya aku ditopang dengan semakin keras dan kuat oleh Allah, seolah-olah Allah memberikan dukungan yang lebih besar kepada jiwaku sehingga aku tetap hidup dan tidak semakin jatuh ke dalam kegelapan dosa dan maut. Sungguh besar kasih Allah sehingga Dia masih mengasihi aku. Dan jikalau ada yang berpikir bahwa aku akan menggunakan ini sebagai pembenaran dosa, jangan salah! Aku benci akan segala dosa-dosaku dan aku ingin sekali berubah dan tidak pernah berbuat dosa lagi.

Namun, perkataan itu boleh jadi dipertanyakan kalau aku berulang kali jatuh di dosa yang sama. Artinya perkataan itu adalah omong kosong dan harus dikritik, karena aku adalah orang yang munafik. Masalahnya aku jujur jika aku berkata bahwa aku punya keinginan seperti itu. Masalah kedua adalah kenyataannya tetap terjadi bahwa aku lalai memenuhi perkataanku sendiri. Aku tahu dari teman-temanku teori sederhananya adalah aku harus mengenali diriku sendiri dan membunuh potensi dosa itu. Namun, bagaimana caranya, aku masih mempelajari hal itu dalam cara-cara misterius yang hanya diketahui Allah dan berikutnya hanya aku yang mengetahuinya.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas