Kanon 24 September 2022

 Kanon harian 24 September 2022. Hari ini diawali dengan aku yang mengerjakan tugas mentoring yaitu membuat surat untuk semua orang di kelompok mentoringku. Pesanku sederhana yaitu selamat, maaf, dan doa. Semua surat diberikan lambang Alfa Omega dengan hati, alias Kasih Allah. Khusus surat Kak Samiya diberikan 3 nama Allah, yaitu YHWH, Yeshua, dan Ruach, dalam huruf Ibrani. Kotak surat pun aku hias sebagai berikut, semuanya hitam kecuali bagian depan yang diberikan salib sederhana. Di bawah adalah Alfa Omega dengan hati dan namaku. Di kiri adalah YHWH, di atas adalah Yeshua, dan di kanan adalah Ruach.

Pada saat aku berangkat ke kampus dan naik motor aku merasakan kesedihan karena aku merasakan lubang dalam jiwaku dan aku sempat menangis. Aku sesungguhnya merasakan kehadiran Allah yang kuat tapi aku tidak dapat melihat-Nya secara jelas sehingga aku bersedih. Aku diajak oleh Tuhan untuk bersyukur, mengucap syukur, dan moodku membaik. Saat mentoring perasaanku membaik dan aku merasa terpenuhi kembali.

Pada acara mentoring ada kegiatan menebak kata, membuat kalimat positif, dan mencari barang sambil dibutakan. Lalu ada pertukaran surat. Disebutkan pula masalah TWL atau Teamwork Leadership, Career Building, OMB, dan Perprodi. Acara menebak kata cukup menyenangkan karena melibatkan pelajaran Bahasa Indonesia. Acara membuat kalimat positif juga menyenangkan karena melibatkan kreativitas bahasa. Mencari barang sambil dibutakan menyebabkan nostalgia dari masa camping OMK. Pembacaan surat cukup menghibur dan menyentuh walau tidak sampai tingkat emosi.

Setelah pulang dari kampus aku menulis Kanon Jiwa tentang kesakitan batinku dan juga peran Esh dalam membantuku melawan rasa sakit ini, yaitu bukan dengan terus melarikan diri dengan mengubah identitas, tapi mengubah kepribadianku dengan memilih untuk melawan perasaan sakit yang aku alami. Peristiwa menulis ini menyadarkan aku bahwa aku sejatinya senang menulis apapun dan bukan hanya filsafat. Aku juga mampu untuk melawan segala kegelapan batinku dan karena itu aku mampu melakukan apa saja.

Hal itu mengarah pada tantangan dari Allah dan juga resolusi pribadiku untuk mengikuti kehendak Ilahi dan meninggalkan segala keakuanku dan sungguh fokus pada kuliah. Sebab kuliah adalah kenyataan yang sekarang aku hadapi dan harus aku selesaikan, begitulah prinsip Ilahi yang harus aku pegang sampai kuliah itu selesai. Masalah aku bekerja sebagai apa nantinya bisa dipikirkan nanti. 

Pada malam hari aku bertemu bang Brie dan bercakap-cakap tapi secara tidak terduga. Semua topik yang sudah aku siapkan tidak keluar sama sekali. Namun, kami tetap berbincang tentang ajaran Kristiani, terutama masalah titipan Tuhan, burung yang diberi makan, dan juga perkara tidak makan kalau tidak bekerja. Dia juga bercerita tentang Islam dengan 7/72 bidadarinya yang melanggar hukum Taurat tentang perzinahan. Kemudian ada cerita tentang gereja setan yang ritualnya aneh-aneh seperti minum darah dan seks bebas. Selain ritual aneh, permasalahan gereja setan masih sama, yaitu pembuktian. Demikian kanon harian pada 24 September 2022. Segala perkara setelah 22.37 akan dianggap bagian sebagai perkara 25 September 2022.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas