Eksamen 31 Maret 2023
Dalam nama Yesus yang Mahakudus dan Maharahim. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin. Hari ini aku kembali tidak produktif karena perasaan-perasaan yang tidak enak. Aku hanya dapat mengerjakan sedikit filsafat. Lalu, aku merasakan kejauhan dari Allah, sekalipun sesungguhnya Allah hadir di dalam aku. Kristus diam saja dan aku melihat kegelapan yang menghalangi aku dari pandangan kepada-Nya. Lalu saat Dia kembali, aku takut dan meragukan Dia. Sampai akhirnya aku mengenali-Nya.
Barusan aku sakit
kepala. Dan sekarang aku sedih. Aku tidak tahu kenapa. Aku yakin bahwa Allah
bersamaku, tapi aku merasa pedih tetap saja. Aku ingin membuat karya yang layak
sebagai kontemplasi tapi habislah sudah aku hari ini. Aku tetap saja dihantui
kegelapan-kegelapan.
“Mengapa kamu masih
berpikir hal-hal yang tidak baik bagimu?”
“Mengapa kamu
memaksakan seluruh karyamu harus sempurna?”
Karena, aku merasa
Engkau menuntut aku harus sempurna.
“Pada waktu-Ku dan
bukan pada waktumu.”
Tapi ini kan perkara
kehendakku.
“Ignas.”
Setiap hari adalah
hari yang berbeda. Maka permenungan yang diperoleh juga akan berbeda. Harusnya
aku bersukacita karena Kristus, tapi aku malah berdukacita.
Comments
Post a Comment