Filsafat dalam Teologi
Filsafat diserap dalam teologi, artinya ada suatu bagian ilmu di dalam teologi yang dinamakan filsafat. Ini adalah filsafat yang sejati, yang adalah pembelajaran tentang Allah dengan pikiran belaka. Filsafat di luar teologi, tepatnya di Gereja Katolik, yang bertentangan dengan Gereja Katolik adalah bidat dan kesesatan, peniru saja. Sebagai bagian dari teologi, filsafat menjadi pendahuluan dari teologi adikodrati. Maka kita dapat pula menyebut filsafat sebagai teologi kodrati. Karena filsafat mempelajari Allah dengan pikiran belaka.
Mengapa filsafat
mendahului teologi adikodrati? Karena pikiran belaka dapat diakses dengan lebih
dekat daripada ajaran Gereja. Tidak semua orang memiliki akses langsung ke
Gereja Katolik. Namun semua orang memiliki akses langsung ke dalam pikiran
mereka sendiri. Hipotesisnya adalah jika manusia menggunakan pikiran mereka
dengan benar, mereka akan secara alamiah melihat bahwa iman Katolik adalah iman
yang benar di antara segala kepercayaan yang lain. Selain itu, ada pemahaman
filosofis yang dibutuhkan untuk memahami teologi dengan benar. Dari itu, pada
saat pendahuluan kepada teologi ini selesai, kita dapat masuk ke dalam
pemikiran teologis yang adikodrati. Namun, ada aspek filsafat yang tidak akan
pernah selesai karena akan berjalan bersama teologi.
Comments
Post a Comment