Kanon Filsafat 11
Pada kanon filsafat 10 kita telah meneliti konsep perbedaan. Sekarang kita akan meneliti konsep perubahan sebagai perbedaan yang tidak bersamaan. Agak sulit untuk mendefinisikan perubahan secara tidak melingkar karena pasti ada unsur waktu yang secara langsung adalah konsekuensi dari perubahan. Perbedaan mendasar adalah perbedaan yang dialami pada satu titik waktu yang sama, sementara perubahan adalah perbedaan yang terjadi pada beberapa titik waktu yang berbeda.
Dari perspektif pengalaman, perubahan hanya terjadi sebagai akibat dari ingatan. Kita mengalami perubahan karena kita mengingat masa lalu bahwa kita sudah melalui suatu kenyataan yang bukan kenyataan yang sekarang. Jika kita mengalami kenyataan yang berbeda tanpa ingatan, maka tidak akan ada perubahan sama sekali. Perubahan hanya masuk karena ada pengalaman akan masa lalu yang bersamaan dengan pengalaman yang secara terus menerus berubah.
Pertanyaan yang penting adalah apakah perubahan itu bersifat ontologis, artinya mengubah keberadaan, atau fenomenal, artinya mengubah pengalaman, atau tidak keduanya? Pertama, perubahan tidak mungkin bersifat ontologis. Karena sebelum kita mengalami suatu benda X, X itu sudah hadir di dalam kenyataan, hanya saja tidak dalam wujud yang dapat kita alami secara langsung atu sama sekali tidak. Artinya esensi X sudah ada secara kekal tanpa awal. Setelah X keluar dari pengalaman kita, bagaimana mungkin X dapat hancur? Sebab titik waktu di mana X hadir sudah berlalu dan terus di titik itu saja. Dalam kata lain, ada fakta tentang X yang tidak dapat dihancurkan, dan fakta tentang X ialah esensi X itu sendiri yang tidak dapat hancur. Maka secara esensial tidak ada benda yang dapat dihancurkan.
Maka barangkali perubahan adalah perubahan yang fenomenal. Namun, kita harus mengingat pengalaman pada dasarnya adalah benda, jika pengalaman berakhir maka ada benda yang berakhir. Namun, sekali lagi argumen kausal dan argumen faktual melarang adanya awal dan akhir dari keberadaan esensial benda apapun. Maka aku mengusulkan suatu dimensi perubahan yang lain yaitu perubahan aktual. Perubahan aktualitas menuntut adanya suatu dimensi kenyataan yang baru yaitu aktualitas. Aktualitas hanya berarti kondisi sekarang yang berlaku, atau kondisi kenyataan yang berlaku bagi suatu subjek tertentu. Jadi pengalaman kita pun juga tidak hilang, hanya aktualitas kita yang berubah, sehingga ada aktualitas yang hancur dan tercipta, tapi sejatinya tidak ada yang hancur secara esensial. Perubahan aktual ini yang merupakan perubahan sejati dari segenap pengalaman dan kenyataan kita. Demikian tulisan untuk saat ini.
Comments
Post a Comment