Kanon Filsafat 2

 Salah satu proyek filsafat yang sedang aku cita-citakan dan sedang aku buat bernama Perfectam Scripturam atau dalam terjemahan bebas Kitab Sempurna. Apakah perbedaan antara Kitab Sempurna dan Kitab Suci? Bukankah Kitab Suci juga adalah Kitab Sempurna? Perbedaannya adalah Kitab Suci adalah Kitab yang Suci, artinya berkaitan dengan Allah. Kitab Sempurna adalah Kitab yang Sempurna menurut standar kesempurnaan suatu Kitab, yaitu memenuhi tujuan Kitab dengan kemampuannya untuk mengantarkan suatu pemahaman kepada pembaca atau penggunanya.

Apakah Kitab ini ada? Ada, pada wujud paling murni Allah sendiri adalah Kitab Sempurna sebab Dia adalah Kebenaran itu sendiri. Namun, karena manusia masih membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, direndahkan Kitab Sempurna itu menjadi suatu Kitab atau tulisan harafiah. Memang benar bahwa bahasa itu sendiri secara kodrati tidak sempurna. Namun, kita dapat menghasilkan bahasa yang paling sempurna menurut kodrat bahasa itu sendiri. Bahasa yang sempurna adalah bahasa yang dapat mengantarkan pemahaman paling baik kepada mereka yang menggunakan bahasa.

Namun kitab ini tidak mungkin sama bagi setiap orang karena setiap orang memiliki sistem bahasa yang berbeda dan juga tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Bukan hanya bahasanya yang berbeda, isi dari kitab ini berbeda karena berdasarkan apa yang paling dibutuhkan setiap manusia pada suatu waktu. Misalkan antara seorang bayi dan seorang mahasiswa, Kitab Sempurna bagi seorang bayi mungkin tidak berupa tulisan sama sekali melainkan adalah penyampaian lisan oleh ibu atau ayahnya, sedangkan bagi seorang mahasiswa sudah pasti merupakan suatu Kitab yang lebih harafiah dan tebal bahkan. 

Projek untuk menghadirkan Allah ke dalam bentuk buku di dalam dunia ini memang mustahil, karena kita tidak mungkin menuliskan suatu Kitab Sempurna untuk setiap manusia di setiap tingkat perkembangan mereka. Karena alasan itulah tidak ada banyak Kitab Suci melainkan hanya ada satu Kitab Suci. Maka pilihan terbaik kedua adalah kita menyusun satu saja Kitab Sempurna yang dapat diakses oleh mayoritas manusia. Sisanya yang tidak dapat mengakses kemungkinan besar memang tidak membutuhkan Kitab itu atau dapat menerima terjemahannya oleh kaum mayoritas.

Selain itu, Kitab Sempurna ini tidak mungkin dijadikan sebagai suatu rangkaian buku berjilid-jilid yang sifatnya sekuensial dan linier. Karena dengan perkembangan teknologi saat ini, Kitab ini dapat dijadikan suatu sistem informasi digital, suatu kitab digital tempat berbagai macam tulisan tidak hadir secara linier atau sekuensial tetapi dalam suatu jaringan. Jadi dengan sistem hyperlink dan dengan suatu sistem jaringan yang tervisualisasikan, maka hubungan antara setiap informasi dapat terlihat dengan jelas. Maka Perfectam Scripturam ini akan menjadi direktori seluruh pengetahuan manusia yang akan terus berkembang sampai Kristus datang kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas