Kanon Filsafat 13
12 Kanon Filsafat pertama telah didevosikan untuk mencapai keberadaan Allah. Maka setelah kanon 12 aku merasa agak bebas untuk menulis apa yang aku inginkan dulu. Jadi sekarang aku ingin mendetil suatu hal yang mendasar, yaitu kontemplasi dan kritik. Kontemplasi dan kritik adalah 2 metode filsafat yang mendasar. Kontemplasi adalah pandangan kita terhadap kenyataan. Saat kita berkontemplasi, yang artinya adalah memandang, kita melihat kenyataan apa adanya dan mengekstraksi gagasan dari kontemplasi tersebut.
Kritik adalah pandangan kita tentang pikiran orang lain yang berasal dari kontemplasi mereka sendiri. Jadi kita berusaha untuk mengekstraksi gagasan dari kontemplasi yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Namun, sesuai namanya, kritik bukan hanya menerima kontemplasi orang lain mentah-mentah, melainkan juga menilai apakah gagasan itu benar atau tidak. Bagaimana kita dapat menilai kebenaran suatu gagasan? Artinya kita harus sudah memiliki suatu standar kebenaran kita sendiri, dan itu hanya dapat diperoleh dari kontemplasi kita sendiri.
Karena itu, kontemplasi secara logis datang sebelum kritik. Namun, saat kritik sudah datang, kontemplasi dan kritik saling mencerahkan. Kita membutuhkan kontemplasi untuk mengkritik karya orang lain. Di saat yang lain, kritik dapat menambah atau membuka mata kita sehingga kontemplasi kita menjadi semakin kaya. Namun, sebelum ada kontemplasi sama sekali, ada proses nonkontemplatif dan juga nonkritik. Proses ini adalah proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran kita diajarkan oleh dunia tentang bahasa dan segala macam hal yang ada, dan itu yang menjadi dasar dari kontemplasi dan nantinya kritik.
Comments
Post a Comment