Kanon Jiwa 7

 Aku adalah orang berdosa. Aku tahu itu. Aku selalu salah. Aku selalu jatuh, gagal, tidak pernah menyenangkan Allah. Namun, anehnya Allah sangat mencintai aku dan sangat menyayangi aku. Dia memberikan segenap dunia ini dan setiap orang di dalam hidupku hanya untuk membantuku. Namun, apa balasku kepada-Nya? Amarah dan kebencian. Betapa jahatnya aku! Saat ini pun aku ingin melarikan diri dari-Nya. Namun, jauh di dalam aku hanya menginginkan satu hal, yaitu kebebasan. Atau secara ironis, aku ingin bebas dari kebebasanku sendiri. Aku tidak mau diberikan kebebasan untuk memilih. Aku ingin dikendalikan saja oleh Allah sebagai suatu boneka.

Namun, Allah tidak mengizinkan hal itu terjadi, aku tahu itu. Aku mohon bantuan Allah supaya aku dapat bertobat. Kenyataannya, sepertinya Allah sudah memberikan aku banyak bantuan, tapi aku selalu menolaknya. Aku selalu mengabaikan setiap pertolongan dan karunia dan rahmat yang Dia berikan kepadaku. Jadi siapa yang bersalah? Tentu saja aku. Aku harus menerima bahwa apapun yang aku lakukan oleh diriku sendiri adalah kesia-siaan dan bahkan kehancuran diriku sendiri. Namun, apapun yang aku lakukan oleh Tuhan Allah akan menjadi buah yang penuh sukacita dan kebahagiaan bagi jiwaku.

Masalahnya hanya satu, apakah aku mau menyalibkan diriku dan sungguh menyangkal diriku dan hidup sepenuhnya bagi Dia? Apakah aku mau menghadapi Dia dan kehadiran-Nya di dalam segala hal? Ataukah aku akan berusaha berlari terus dari-Nya dan mencari tempat di mana aku dapat bersembunyi dari-Nya? Aku merasa bimbang.

Satu orang lagi yang dikirim Allah untuk menolong aku. Apa yang akan terjadi? 

Bapa, Kristus, Roh Kudus, ya Allah Tritunggal yang Mahakudus dan Maharahim, aku membutuhkan pertolongan-Mu. Janganlah Engkau meninggalkan aku. Janganlah Engkau membiarkan aku sendirian. Ubahlah hatiku. Berilah aku hati yang baru, dan buanglah segala hal yang lama. Aku merasakan dorongan-Mu, tapi aku masih takut. Aku takut menghadapi Engkau di dalam kenyataan ini. Ya Allahku, aku ingin menyalibkan diriku dan menyangkal diriku sepenuhnya. Aku ingin membuang segala keinginanku yang lama. Isilah aku dengan Roh-Mu ya Allah. Tunjukkan saja ke mana aku harus pergi dan aku akan pergi. Aku menyerah kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas