Kanon Filsafat 16
Salah satu topik filsafat yang dapat membantu kita dalam memahami kenyataan ini dengan lebih baik adalah kategori pengalaman manusia, yaitu jenis-jenis pengalaman manusia berdasarkan suatu pembedaan tertentu. Berdasarkan pembedaan klasik antara indera dan pikiran, ada pengalaman inderawi dan pengalaman mental. Pengalaman inderawi adalah pengalaman yang dirasakan oleh tubuh dan umumnya dibagi menjadi panca indera. Namun, ada juga indera-indera lainnya dan pengalaman-pengalaman apapun yang ada di dalam tubuh digolongkan sebagai pengalaman inderawi. Pengalaman mental adalah segala bentuk gagasan dan pemahaman yang ada di tingkat akal budi.
Pengalaman emosional sebenarnya termasuk pengalaman inderawi karena berada di tingkat tubuh. Namun, ada pula emosi-emosi yang terletak di luar tubuh, kita mengalaminya tapi seolah-olah di luar atau tidak di dalam tubuh kita. Inilah sukacita dan damai sejati di dalam Roh Kudus sebagaimana diajarkan oleh iman Katolik. Lalu ada pengalaman eksternal dan pengalaman internal. Pengalaman eksternal adalah pengalaman dunia atau kenyataan yang bukan kita atau di luar kita sebagai subjek. Pengalaman internal adalah pengalaman kenyataan diri kita sendiri.
Pengalaman jasmani adalah pengalaman benda-benda yang berwujud atau bertubuh. Jadi segala dunia yang fisik adalah pengalaman jasmani. Energi-energi yang tidak terlihat tapi mengambil ruang adalah pengalaman jasmani pula. Pengalaman rohani adalah pengalaman dari benda-benda yang sepenuhnya rohani dan tidak mengambil bentuk fisik sama sekali, misalnya Allah dan para malaikat-Nya.
Pengalaman bebas nilai adalah pengalaman yang tidak terkait dengan nilai moral, jadi kenyataan apa adanya. Namun, ini hanya pemisahan di dalam akal budi saja. Pengalaman bernilai adalah segala pengalaman yang bernilai moral, baik, buruk, dan segala spektrumnya. Contohnya adalah pengalaman mobil apa adanya adalah pengalaman bebas nilai. Pengalaman mobil dalam kaitannya dengan kebaikan mobil tersebut adalah pengalaman bernilai.
Pengalaman emosional dan pengalaman non-emosional sedikit sulit dijelaskan. Intinya pengalaman emosional adalah apapun yang dapat kita golongkan sebagai emosi. Umumnya emosi adalah penilaian kita terhadap suatu kenyataan yang tidak harus bersifat moral. Pengalaman non-emosional adalah pengalaman akan kenyataan secara apa adanya. Pengalaman lengkap adalah pengalaman dari suatu esensi yang lengkap. Sementara pengalaman tidak lengkap adalah pengalaman tidak lengkap dari suatu esensi.
Sesungguhnya segala pengalaman di dalam hidup kita sifatnya tidak lengkap, dan hanya akan dilengkapi di surga. Namun, ini adalah spektrum dan bukan suatu hal yang biner. Pengalaman lengkap dan tidak lengkap digunakan untuk membedakan antara pengalaman inderawi yang cenderung lebih lengkap daripada pengalaman mental atau gagasan. Dalam gagasan kita memiliki pengalaman yang mirip dengan pengalaman inderawi tapi biasanya entah sama sekali tidak berwujud atau berwujud secara lebih rendah, dengan intensitas yang lebih rendah.
Adapula pengalaman simbolik dan pengalaman langsung. Pengalaman simbolik merujuk pada pengalaman suatu benda menggunakan benda-benda lain yang dianggap dapat mewakilkan benda tersebut. Pengalaman langsung adalah pengalaman suatu benda pada dirinya sendiri. Pengalaman simbolik yang paling umum adalah pengalaman linguistik, di mana kita memikirkan suatu benda sebagai suatu kata, yaitu kata yang mewakili benda tersebut. Pengalaman simbolik juga dapat merujuk pada pengalaman segala kenyataan yang terbatas sebagai simbol dari kenyataan yang lebih tinggi dan akhirnya pada kenyataan yang paling tinggi yaitu Allah sendiri.
Comments
Post a Comment