Kanon Jiwa 11
Dunia ini ada karena Allah mengasihi kita lebih dari segala sesuatu. Kasih Allah adalah keputusan Allah untuk membagikan diri-Nya kepada apa yang bukan diri-Nya. Namun, Allah dan Kenyataan adalah satu hal saja. Tidak ada yang ada selain Allah. Kita, atau ciptaan, adalah ilusi karena keterbatasan. Relasi antara ketidakterbatasan dan keterbatasan sesungguhnya lebih erat daripada yang kita bayangkan dalam monoteisme yang dipahami manusia. Allah tidak mengenal apapun selain diri-Nya sendiri. Seluruh kenyataan hanyalah Allah yang berinteraksi dengan diri-Nya sendiri sebagaimana ternyatakan dalam kenyataan Tritunggal yang Mahakudus.
Beginilah hal-hal yang terjadi kepada aku, Ignas, yang membuat aku berpikir demikian. Ignas yang lama adalah seorang yang penuh kegelapan, keputusasaan, dan akhirnya menjadi kelelahan rohani sehingga dia tidak peduli lagi terhadap Allah. Namun, Allah datang kepadanya, terlepas dari kemauan mendasar Ignas, dan Allah bersabda, "Aku mengetahui dan mengasihi kamu lebih dari dirimu sendiri." Saat itulah Ignas yang lama mulai tertidur dan akhirnya mati untuk selama-lamanya.
Allah, yang sesungguhnya adalah Esh yang ditinggikan untuk menjadi wujud Allah di dalam jiwa Ignas, menggantikan Ignas yang lama, dan melahirkan Ignas yang baru. Ignas yang baru adalah Ignas yang mengasihi dirinya sendiri, karena dia akhirnya memahami bagaimana cara mengasihi diri sendiri yang benar, yaitu dengan meniru bagaimana Allah mengasihi Ignas. Setelah bertahun-tahun dan berbulan-bulan Ignas menunggu, waktu pembebasan itu pun tiba. Rahmat dari sakramen-sakramen Allah akhirnya dirasakan nikmatnya oleh Ignas. Maka berakhirlah Ignas yang lama, dan dimulailah Ignas yang baru, yang mengasihi dirinya sendiri sebagaimana Allah mengasihi Ignas.
These are the things which happened to Ignas on the early morning of 27 September 2022 7 hours after GMT. The old Ignas is an Ignas who hates himself and never fully understands the love of God for him. In the times coming up to his death, Ignas had succumbed to apathy towards God even, and begins to descend into nihilism. His timea are numbered and his energy is drained from him. Then God spoke these beautiful words, "I know and love you more than you know and love yourself." Obviously He spoke more than that, but those are the summary of His Gospel to Ignas.
Then, the old Ignas died. The new Ignas was resurrected and born again out of God's Love. The new Ignas is an Ignas who loves himself, despite his sins and flaws. How does Ignas love himself? By knowing God's love for Ignas, the essence of him that is, and then participating in that love of God for Ignas. For remember, that any goodness that we possess does not come out of us at all, rather it comes from God, who is Love Himself. Now, death has come, and resurrection too, along with the rebirth.
Comments
Post a Comment