Kanon Jiwa 6
Aku begitu haus akan Kristus. Sampai Dia sendiri menenangkan aku dan meminta aku untuk menuliskan saja perasaanku.
Hari ini aku jatuh secara mental sehingga aku tidak hadir kuliah. Aku mengamati pola yang tidak baik dalam hidupku. Pola ini adalah bahwa aku selalu mengulang pekerjaanku, seolah-olah tidak ada pekerjaan yang selesai, padahal aku sangat ingin menyelesaikan pekerjaan-pekerjaanku. Dulu filsafat yang tidak selesai, sekarang kuliah pun tidak akan selesai, dan aku takut aku akan mati tanpa menyelesaikan apapun yang berarti. Seketika Allah menegurku dan mengingatkan aku akan berbagai tulisan yang nyatanya juga selesai. Seperti kanon-kanon yang aku tuliskan yang adalah suatu karya selesai tersendirinya, dan juga Komentar atas Persefone, Evangelium, dan berbagai tulisan lainnya yang selesai tapi tidak aku anggap. Jadi mengapa aku bersusah hati?
Aku merasakan suatu keputusasaan dan despair yang emosional, sampai menjadi perasaan gelap di dalam batinku. Rasanya aku ingin tidur saja selamanya atau langsung bersama Kristus. Aku ingin berada di sextopia saja bersama Allah saja selamanya. Aku tidak mau menghadapi kenyataan ini. Aku ingin lari dari kenyataan ini dan tinggal selamanya bersama Allah saja. Tapi Allah pun menyatakan kepadaku bahwa aku harus bersabar karena hidupku masih panjang. Perjalananku masih panjang. Namun, aku sudah merasa lelah, apa yang hendak Allah berikan kepadaku untuk melipur lara hatiku? Bagaimana Allah akan menguatkan jiwaku untuk hidup dan menghadapi kenyataan yang mahabrutal ini?
Semua mekanisme pertahanan diri hancur, sampai aku harus sepenuhnya bergantung pada Allah untuk menolong aku. Dan siapa tahu kalau aku akan buta seperti orang yang kebanjiran itu? Aku takut Allah akan mengirimkan berbagai bantuan dan aku akan menolak semuanya itu karena aku tidak mengenalinya sebagai dari Allah. Apakah Allah kejam seperti itu? Apakah Allah akan memberikan bantuan yang tidak aku kenali? Tidak, aku percaya Allah tidak kejam seperti itu dan akan memberikan suatu pertolongan yang akan aku terima.
Namun, aku juga tidak percaya, aku tidak sepenuhnya beriman kepada Allah. Aku hanya beriman secara sebagian. Perasaan putus asa dan tidak percaya masih bersinggah di dalam hatiku. Aku ingin meningkatkan iman dan kepercayaanku kepada-Nya, tapi untuk menginginkannya saja sudah terasa berat. Rasanya begitu lelah, dan aku hanya ingin tidur di dalam pangkuan Kristus. Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini. Tuhan bimbinglah aku. Tuhan tolonglah aku.
Comments
Post a Comment