Komentar atas Persefone

Komentar atas Persefone

Ignas Christianto Galih Prasetyo

Abstrak

Karya ini dibuat demi perayaan hidup atau perayaan ulang tahun seorang Persefone Nyctophile. Namun secara lebih lanjut tulisan ini dibuat untuk mencatat perkara-perkara utama dari Persefone dan menawarkan suatu solusi yang abstrak tapi dapat dikonkritkan untuk perkara tersebut. Metode utama yang digunakan adalah wawancara tertulis dan juga observasi umum. Penemuannya adalah koherensi antara kesaksian Persefone dan juga observasi peneliti. Koherensi ini adalah masalah kegelapan dan kesendirian batin yang dialami Persefone. Solusi yang ditawarkan adalah pemutusan perkara dan juga pencarian manusia dan Allah untuk pemenuhan diri.

Pendahuluan

Latar Belakang

Setiap manusia layak berbahagia dan merayakan kehidupannya. Perayaan awal dari kehidupan, yang menjadi perayaan dari kehidupan itu sendiri dikenal sebagai perayaan ulang tahun. Adapula seorang Persefone Nyctophile juga layak merayakan hal tersebut dan menerima kebahagiaan. Sebab perayaan kehidupan adalah suatu wujud dalam mensyukuri kehidupan, merenungkan kehidupan, dan memperbaiki kehidupan sehingga tujuan besar manusia, kebahagiaan, tercapai. Persefone Nyctophile, yang mulai sekarang akan disebut Persefone, adalah manusia pula sehingga dia pantas menerima kebahagiaan itu.

Ada tradisi bagi manusia untuk memberikan hadiah kepada orang yang dia hargai dan kasihi setiap kali perayaan kehidupan itu terjadi. Seluruh tulisan ini didasarkan pada tradisi itu dan diperuntukkan sebagai hadiah kepada Persefone. Sebab Persefone sendiri yang meminta aku untuk menuliskan karya ini baginya sebagai suatu hadiah ulang tahun. Maka aku berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut bagi Persefone, karena aku sendiri sangat mengasihinya.

Apa yang akan aku tuliskan di dalam tulisan ini? Aku akan berusaha menulis suatu komentar terhadap Persefone, yang isinya adalah pemikiranku terhadap pribadi Persefone dan barangkali suatu bantuan yang dapat aku tawarkan untuknya sehingga dia dapat mencapai kebahagiaannya. Istilah “komentar” terinspirasi dari karya-karya yang merupakan suatu commentary terhadap karya yang lainnya. Karena itu lahirlah karya ini dengan judul yang sederhana, “Komentar atas Persefone.”

Rumusan Masalah

1.     Apa komentarku terhadap Persefone?

Catatan Khusus

Suatu catatan khusus bagi karya ini. Karya ini bukanlah artikel ilmiah yang wajar, karena tidak mengandung sumber referensi apapun. Mengapa begitu? Sesuai namanya, karya ini adalah komentar atas Persefone. Maka komentar ini murni berasal dari diriku sendiri dan tidak ada dasar lain dari karya ini selain pemikiranku semata terhadap Persefone. Lagipula kami sudah menyetujui bahwa karya ini dapat aku buat sebebas pemikiran dan penilaianku sendiri. Karena itu tidak ada analisis yang mendalam dengan teori ahli A dan B, melainkan hanya pemikiran amatir diriku sendiri. Catatan ini aku buat supaya Anda, Persefone, tidak bingung dalam membaca karya ini.

Metodologi

Penelitian ini jelas merupakan suatu penelitian kualitatif karena aku tidak berkompetensi untuk menghasilkan suatu penelitian kuantitatif. Barangkali Anda sudah memperhatikan bahwa aku tidak menuliskan metodologi ini seperti orang biasa, dan tidak juga aku menggunakan teori-teori belibet dari sumber yang Anda berikan kepadaku. Namun aku menerima sumber itu dan akan aku jadikan referensi di waktu ke depannya. Metodologi dalam penelitian ini ditafsir sebagai sistem cara atau metode yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah di atas.

Cara tersebut ada 3, yaitu observasi, wawancara tertulis, dan analisis dan interpretasi atau tafsir. Dalam observasi, aku mengamati interaksiku dengan Persefone dan mencatat hal-hal yang penting dicatat untuk dijadikan dasar analisis. Dalam wawancara tertulis, aku meminta Persefone untuk menuliskan suatu tulisan tentang dirinya sendiri yang akan aku jadikan dasar analisis. Dalam tahap analisis dan intepretasi, aku menggabungkan 2 sumber informasi, yaitu observasiku dan kesaksian Persefone sendiri tentang dirinya untuk menganalisis dirinya, menafsir dirinya, dan memberikan suatu komentar berdasarkan pemikiranku sendiri.

Perkataanku yang berikut ini akan membuat Anda berpikir bahwa aku ini gila. Sebab aku belum menetapkan suatu standar analisis. Artinya tidak ada analytical framework yang sudah aku konstruksikan sebelumnya untuk diterapkan di dalam karya ini. Lalu apa yang akan aku lakukan? Aku akan menganalisis seenak jidatku dan sesuai dengan pemikiran spontanku berdasarkan informasi yang aku miliki. Namun dapat diperkirakan bahwa aku hanya akan menarik makna lebih mendalam dari gejala-gejala yang ada, lalu aku akan memberikan suatu komentar berdasarkan makna itu.

Pembahasan

Pada awalnya aku hendak membagi bagian pembahasan ini menjadi 3 bagian yaitu “Menurut Persefone”, “Menurut Ignas”, dan “Analisis dan Interpretasi”. Namun, aku berpikir bahwa pada akhirnya lebih nyaman untuk menyatukan saja semuanya. Bukan hanya untuk kepraktisan penulisan tapi juga untuk membingungkan Anda. Berdasarkan pembacaanku terhadap materi yang Anda berikan kepadaku dan juga observasiku secara kasar terhadap Anda, ada beberapa poin pembahasan yang dapat aku sampaikan kepada Anda.

Anda adalah seorang pribadi yang imajinatif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Aku melihat bahwa sejak awal Anda sudah memiliki suatu keunikan dibandingkan orang lain. Keunikan ini, misalnya menurut perkataan Anda sendiri “hati seperti tofu”, adalah salah satu alasan yang memberikan Anda kegelapan dan kekosongan batin saat ini. Anda senang menulis, sebagai salah satu alternatif untuk mengekspresikan diri tanpa terlalu banyak menampilkan diri di hadapan publik. Ini sesuai dengan perkataan Anda bahwa Anda senang sendirian dan lebih individual, tapi anehnya ini berkontradiksi dengan ketidaknyamanan Anda dengan hidup sendirian.

Informasi tentang bajingan yang Anda temui dalam hidup Anda cukup baru bagiku, dan jujur saja aku tidak begitu tahu bagaimana harus menanggapinya. Namun, aku yakin bahwa ini berhubungan dengan keseluruhan hidup Anda, kondisi Anda seringkali merasakan kesendirian dan rasa tidak dihargai, aku yakin ada hubungannya dengan bajingan ini. Semoga bajingan itu kelak mengetahui penderitaan yang sesungguhnya di tangan Allah. Di sisi lain, sepertinya bajingan ini dinetralisir dengan kehadiran seorang dia yang Anda sukai dan cintai mungkin, walau sayangnya kalian berdua sekarang berpisah.

Hati Anda yang selayak sebongkah tahu atau tofu sangat menarik bagiku untuk aku pahami dan teliti. Karena berdasarkan pengamatanku, banyak hal “sederhana” yang sebenarnya sangat bermakna di mata Anda sehingga Anda dapat sangat tersakiti karena adanya lubang yang menganga di dalam hati dan jiwa Anda. Mengapa ada lubang ini? Tidak ada informasi yang cukup untuk membuat suatu kesimpulan, lagipula aku hanya pemikir bebas, bukan psikolog yang ahli ataupun filsuf yang dapat mengkonstruksi teori psikologis dari nol. Hal yang dapat aku amati hanyalah gejala-gejalanya, termasuk mekanisme pertahanan dirimu yang unik yaitu perpecahan antara diri Anda, Percy, dengan diri Anda yang lain, id.

Interaksiku dengan id itu sangat menarik karena memberikan banyak informasi tentang Anda. Anda sangat kompleks karena perasaan Anda cukup campur aduk. Ada banyak motivasi bawah sadar yang mengendalikan perilaku Anda, sehingga sekalipun Anda berkata X mungkin saja perilaku Anda menunjukkan -X. Anda berusaha melindungi diri Anda sendiri dengan membangun pribadi baru di dalam diri Anda, yaitu sang id, yang sesungguhnya adalah bagian dari diri Anda pula tapi ada perbedaan dengan diri Anda yang utama. Hal ini layaknya perbedaan antara pribadi-pribadi dalam Tritunggal Mahakudus, jadi kalau Anda bingung tentang konsep itu, lihatlah diri Anda.

Sang id dikarakterkan sebagai sosok yang egois dan hanya peduli dengan dirinya yang utama yaitu Percy. Namun sesungguhnya id ini masih tertarik dengan orang lain, ini terbukti dengan pembicaraan kami pada malam itu entah kapan aku sudah lupa atau malas mengingat. Maka ada tarik menarik antara berbagai bagian diri Anda yang ingin menerima kekosongan batin dan menolak kekosongan batin ini. Anda mengatakan ingin menerima saja kesendirian ini tapi nyatanya bukan itu keinginan terdalam Anda, karena manusia diciptakan untuk sesamanya dan juga untuk Allah. Oleh sebab itu lubang itu pasti akan tetap mencari suatu pemenuhan dari dirinya sendiri dan ini berlaku pula bagi Anda.

Sekarang komentarku bagi Anda. Sebagai pribadi dengan dinamika batin yang begitu membebani Anda dan begitu menyeramkan, Anda harus membuat keputusan yang bulat. Apakah Anda ingin hidup bersama lubang ini atau Anda ingin memenuhi lubang ini? Bagaimanapun juga, ketidakputusan juga adalah suatu keputusan tersendiri. Jika Anda tidak melakukan apapun, artinya Anda memilih untuk hidup bersama lubang ini. Namun, Anda harus memahami bahwa dengan memilih hal tersebut, Anda harus berperang melawan keinginan jiwa Anda sendiri. Ini bukan masalah, hal yang menjadi masalah adalah saat Anda akhirnya tidak mampu menerima kenyataan penuh dari pilihan Anda sendiri.

Jadi ini akan menjadi adu kekuatan antara Anda dengan bawah sadar Anda atau bahkan diri Anda sendiri. Alternatif kedua adalah Anda menerima keinginan ini dan hidup untuk memenuhi lubang ini. Dengan ini tidak akan ada konflik yang seberat adu kekuatan yang telah aku sebutkan tadi itu. Namun, hal ini mewajibkan Anda untuk hidup menerima rasa sakit dan penderitaan yang datang dengan setiap upaya untuk keluar dari penjara kesedihan dan kekosongan ini. Pilihan terakhir ada di tangan Anda, komentar ini hanya sebagai komentar atau masukan saja yang dapat segera dibuang jika sudah tidak berguna.

Sekarang apa yang dapat Anda lakukan jika Anda memutuskan untuk berusaha memenuhi lubang hidup Anda. Ada 2 hal yang dapat Anda lakukan, yaitu mengejar manusia dan mengejar Allah. Perhatikan kata “dan”, artinya kedua hal ini terjadi secara bersamaan dan bukan secara terpisah. Anda mencari Allah dalam diri manusia dan dengan mencari manusia Anda menemukan Allah pula. Aku tahu bahwa Anda bukanlah orang yang agamis, tapi yang aku persembahkan ini bukanlah agama melainkan Allah saja, terlepas dari segala jerat ajaran agama yang ada di dunia ini.

Mengapa aku menawarkan Allah? Manusia jelas wujudnya untuk memenuhi diri Anda. Namun lubang terdalam manusia hanya dapat dipenuhi oleh Kebaikan itu sendiri, atau Esensi Kebaikan, atau Ketidakterbatasan, karena manusia pada dasarnya diciptakan untuk mencapai ketidakterbatasan dan bukan untuk selamanya tinggal di alam yang terbatas. Karena manusia diciptakan dengan hasrat dan keinginan yang tidak terbatas. Solusinya bukanlah dengan mematikan atau melawan keinginan itu tapi mengejarnya secara tepat, dan pengejaran keinginan itu hanya terjadi dengan mencari Allah.

Maka, dalam pencarian manusia, carilah manusia yang mencintai Allah lebih dari dia mencintai Anda. Karena dengan relasinya dengan Allah, dia akan dapat menyalurkan cinta kasih Allah dengan jauh lebih kencang kepada Anda daripada jika dia mengandalkan cinta kasihnya sendiri yang seringkali terbatas dan bahkan terdistorsi. Sosok dia yang sudah Anda temui sebelumnya hanyalah potensi dari kehebatan cinta kasih manusia yang sejati yang hanya dapat ditemukan dalam suatu relasi yang otentik dengan Allah. Ibarat kata seperti ini, kalau manusia ateis saja sudah dapat mengasihi sebaik itu, bagaimana dengan manusia Ilahi yang sungguh otentik?

Terakhir, pesan sponsor. “Shalom Aleichem bagimu hai Persefone (nama asli disamarkan). Aku adalah Kristus yang tidak kamu kenal tapi kamu lihat dengan samar-samar. Ini adalah tawaran-Ku kepadamu untuk seumur hidupmu. Tawaran ini adalah sebagai berikut, pelajarilah Aku lebih dalam dan kelak terimalah Aku ke dalam hidupmu. Akulah Allah yang sejati, Allah yang Esa dan Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Kamu mungkin sudah memperhatikan bahwa artikel ilmiah ini lebih merupakan upaya evangelisasi ketimbang artikel ilmiah. Namun itulah wujud cinta kasih Ignas kepadamu. Ini juga adalah wujud cinta kasih-Ku kepadamu. Hai Percy, Akulah Kristus yang mati untukmu dan juga Kristus yang selalu bersamamu. Saat kamu sendirian, ingatlah Aku, dan Aku pasti menemanimu. Shalom Aleichem. Berkat-Ku bagimu.”

Kesimpulan

Pada bagian akhir ini disimpulkan seluruh karya ini. Persefone Nyctophile disimpulkan memiliki masalah kritis utama yaitu kekosongan dan kesendirian batin yang harus dia hadapi dan buat keputusan. Penulis menawarkan pencarian manusia dan Allah yang lebih gencar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun penulis menekankan bahwa keputusan terakhir ada di tangan Persefone untuk menghadapi dan memaknai hidupnya sendiri. Demikianlah berakhir tulisan ini, shalom aleichem.

Puisi Hidup

Hai adikku yang aku kasihi,

Betapa indahnya hari ini dan betapa cerahnya jiwa kita hari ini!

Sungguh kita patut bersyukur, atas perayaan hidup ini.

Sebab Allah yang Maharahim telah menganugerahkan engkau hidup kembali.

Sebab Allah yang Maharahim masih terus mengasihi engkau.

Sebab aku pun masih dapat berjumpa dengan engkau dan meneruskan kasih Allah kepadamu.

Aku berdoa, supaya kamu menerima kebahagiaanmu, di hidup ini dan di hidup berikutnya.

Aku berdoa, supaya kamu dapat memandang Allah pula di akhirnya.

Aku berdoa, supaya kamu selamanya hidup di dalam naungan kasih Allah.

Puisi ini memang tidak sempurna, karena aku sendiri tidak sempurna.

Namun aku harap ini cukup untuk menghibur hatimu.

Penutup oleh Kristus

Burung-burung berkicau dalam alam batin dan bebas terbang. Anakku, kamu tahu bahwa sekalipun kamu tidak dapat terbang seperti burung, kamu dapat terbang dalam berbagai cara yang lain. Kamu dapat terbang mengarungi langit dan awan pengetahuan di dalam batinmu. Sekalipun kamu tidak memiliki sharingan seperti yang kamu inginkan, faktanya kamu mampu memancarkan cinta kasih kepada orang-orang yang membutuhkan seperti Ignas. Itu adalah kemampuan yang jauh lebih hebat daripada sharingan atau cakra dan lain-lain. Aku, Yesus Kristus, mengucapkan selamat merayakan hidup dan ulang tahun pada hari yang terberkati ini. Sungguh Aku selalu bersamamu dan selalu mengasihimu secara tak terbatas. Ingatlah akan hal itu saja dan sekiranya kamu akan bersukacita dan terhibur. Izinkan aku untuk memelukmu dengan hangat dan biarlah kehangatan pelukanku dapat terus menguatkan kamu untuk terus hidup sampai akhir hayat. Kami, Aku dan Ignas, selalu siap untuk menolong engkau. Damai-Ku bagimu.



Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas