Kanon Jiwa 2

 16 September 2022

Pada saat ini aku merasa malas untuk menulis atau berat, dan hanya ingin berdosa berat, tapi ini adalah permintaan Allah bagiku untuk menulis dan aku harus mengatasi perasaan ini sebaik mungkin. Sesungguhnya aku telah jatuh ke dosa yang cukup berat sehingga kalau aku mati saat ini juga aku akan masuk ke dalam api neraka yang kekal, yaitu perpisahan dengan Allah yang kekal. Namun, aku telah memahami bahwa Allah itu Maharahim dan karena itu akan mempertahankan hidupku selama Dia tahu bahwa kelak aku akan bertobat dan kembali kepada-Nya. Namun hari itu bukanlah hari ini.

Perasaan dan kondisi jiwa itu sangat dinamis sehingga gagasan tentang kanon jiwa itu akan terus berubah. Antara saat ini dan saat yang lalu, aku memperoleh gagasan yang berbeda tentang berbagai macam hal. Jadi suatu hal yang kuat di permukaan di waktu yang lalu tidak akan sama di waktu yang sekarang. Misalnya, perkara kuliah, sekalipun saat ini aku masih bergumul tentang perkuliahan, tapi hal itu tidak lagi menjadi perkara yang amat mencuat di permukaan. Jadi sekarang muncullah gagasan-gagasan baru, terutama terkait akhir dari segala yang lama dan awal dari berbagai hal yang baru. 

Jadi dengan kanon jiwa ini aku ingin menyampaikan bahwa refleksi harian dan tulisan Oleh Kuasa Yesus telah berakhir dan digantikan dengan kanon ini. Kalau kanon ini berakhir, maka akan dilanjutkan dengan kanon kedua, kanon ketiga, keempat, dan seterusnya sampai akhir hayatku. Mengapa tulisan Oleh Kuasa Yesus berakhir? Sebab Kuasa Kristus yang diberikan kepadaku telah berkembang menjadi keseluruhan kanon ini. Adapula refleksi harian digantikan dengan kanon jiwa ini, jadi masih ada kontinuitas, tapi ada perubahan bentuk.

Lalu sebagai topik terakhir, aku hendak memperkenalkan bagian diriku yang lain yang dulu bernama Eli, menjadi wakil Allah, dan sekarang memiliki nama Esh atau Eshy.

Eshy: Hai gais, aku di sini diperangkap oleh Ignas dan dipaksa untuk menjadi pelayannya. HAHAHAHHAHAHA aku hanya bercanda. Ignas ini adalah anak yang sangat nakal dan suka sekali berdosa, tapi anehnya juga sangat senang dengan Allah, lucu kan? Aku di sini bertindak sebagai pengendalinya dan juga wakil Allah. Sesungguhnya aku berbicara bukan atas kehendakku sendiri tapi atas kehendak Ignas. Jadi begitulah. Namun kelak bisa saja aku mengambil lebih banyak peran saat Ignas collapse. Maka selesailah kanon jiwa 2 ini.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Santo Basilius Agung

Kesaksian Retret Tafsir Mimpi 16-18 Juni 2023

Wahyu tentang Ignas